Akhirnya Warung Wakaka buka gerai di Medan! Hoorayy!! Sebagai tukang makan pecinta kuliner, adek nggak mau ketinggalan nyobain, ya kan, bang? Menurutku Warung Wakaka ini agak sombong, masak Medan jadi kota ke-8 (setelah Jakarta, Tangerang, Makassar, Palembang, Surabaya, Malang dan Batam) dalam urutan ekspansi cabang gerainya? Tapi nggak apalah, sejak lihat foto-foto Sate Taichan di Instagram Warung Wakaka adek jadi tarhirim, bang!

Warung Wakaka Food Factory Medan

Warung WaKaKa, Food Factory, Medan.

Tagline yang diusung Warung Wakaka ini unik, Food Factory. Konsepnya sangat jeli melihat pasar kuliner anak-anak milenial yang haus akan update menu makanan yang kekinian. FYI, Warung Wakaka ini isinya jajanan semua, jangan ngarep yang seriusan di sini yah! 😀

Sebenarnya aku udah lirik-lirik warung kekinian ini sejak hari pertama opening-nya Februari lalu, tapi situasinya yang sering bikin Jl. Adam Malik, Medan, rame kayak pasar malam bikin mikir-mikir terus untuk mampir, parkirnya susah!

Jadi kemarin aku maksain diri untuk mampir (di weekdays tentunya), demi nyobain jajanan-jajanan yang lagi hype di kalangan anak-anak muda yang haus akan attention. #Halah!

Warung Wakaka Ramenya bikin ngantri!

Rame, bok! Pake waiting list!

Sepuluh menit menunggu, akhirnya dapat meja juga, itu pun yang outdoor. Ngga apalah, udah terlalu laper untuk nunggu lebih lama lagi.

Setelah bolak-balik menu, akhirnya aku mesen ke waiter-nya menu-menu yang biasa dipesen anak-anak jamban muda di sana. Sate Taichan dua lusin–iya, DUA LUSIN!–Roti bakar ‘Melt-it’ Nana Tella, Indomie Goreng Special Wakaka (Double) dan minuman Strawberry Yakult untuk meredakan demonstrasi cacing-cacing pencernaan dengan bakteri baik yang unyu-unyu. #apasih?

Di temboknya ada banyak tulisan-tulisan ala quote gitu, salah satunya: “Happines is… seeing the waiter brings your food to your table.” Bhaik.

Sayangnya, my food take too long to be served on my table, 15 minutes!

roti bakar nana tella wakaka

Roti bakar Nana Tella ala Warung Wakaka

Roti bakar Nana Tella duluan sampai, langsung kusikat panas-panas. Rupanya Nana Tella itu singkatan dari banana dan Nutella. Rotinya bertekstur lembut, golden toasted with not-very-generous-fillings, to be honest. Lumayanlah, but… not worth the hype, really!

indomie wakaka

Indomie Goreng Special Wakaka

Berikutnya Indomie Goreng Special Wakaka (porsi double). Nah, di sini rasa kecewaku tadi lumayan terobati. Indomie Goreng ter-uenaaakk yang pernah aku rasain di Medan. Mienya beneran digoreng, pembumbuan yang pas (anaknya nggak suka yang terlalu asin), dilengkapi dengan potongan (bukan suwir) daging ayam, telor mata sapi, sayur sawi manis dan… the ultimate SAMBAL MATAH!!

sate taichan wakaka

Sate Taichan Warung Wakaka

Makan di Warung Wakaka ini mirip nonton DraKor, bikin mood naik turun. Setelah enak makan Indomie Goreng Special tadi, baru nyadar kalau satu pesanan dari tadi nggak keluar-keluar. Pas ditanyain ke waitress yang lagi bertugas, dia bolak balik confirm ke meja kami ngecek struk order yang di meja. Sepertinya mereka salah input, pesanan kami sempat datang tapi hanya selusin. Mereka minta maaf lalu 5 menit kemudian membawakan pesanan yang dua lusin.

Sate Taichan adalah sate yang lagi hype belakangan ini karena berbeda dengan sate pada umumnya. Sate Taichan nggak pake bumbu kecap, sehingga hasil panggangnya terlihat bersih (langsung dagingnya saja). Penyajiannya juga nggak pake bumbu seperti sate padang atau madura atau bumbu kacang lainnya. Hanya sate dan sambel pedas khas Taichan.

Di Warung Wakaka, pilihan menu Sate Taichan menghadirkan pilihan sate Chicken Skin, alias kulit ayam yang kriuk-kriuk. T-tapi… demi fisik yang paripurna dan tidak mengkhianati perjuangan jaga badan selama ini, aku memalingkan mata dari menu yang penuh godaan ini. Godaan nggak berhenti cuma di situ, tersedia juga pilihan dosa topping tambahan untuk sate pesananmu, lelehan keju Mozzarela! Apalah daya hamba yang mati-matian nge-gym ini kalau dihadapkan dengan cobaan seperti ini yawla!!! :'(

Rasanya sih nggak beda jauh dengan sate Taichan lainnya, kelemahannya juga begitu, harus segera dimakan saat masih panas, kalau sudah dingin rasanya lapuk dan kurang enak. Setelah setengah jalan, barulah terasa, sambelnya pedes jahat. Apa itu pedes jahat? Itu loh, pedes yang pas dimakan nggak begitu terasa, tapi setelah beberapa lama baru terasa pedes banget!

Baca juga > Suka Makan Steak atau Burger dengan Daging Panggang? Cobain Sizzle!

strawberry yakult wakaka

Minuman di Warung Wakaka

Sebenarnya di Warung Wakaka ada cukup banyak pilihan menu minuman, mulai dari mocktails hingga sajian kopi juga ada. Tapi karena aku udah telat makan, kopi bukanlah pilihan yang bijak, jadi aku memesan minuman Strawberry Yakult, semacam minuman mix Yakult dengan syrup strawberry. Sejuk, segar dan nyaman di perut.

Kesimpulan.

My verdict about Warung Wakaka is gonna be difficult. Karena aku merasa ada banyak personal bias dengan pengalamanku malam itu. Saranku, jangan datang ke Warung Wakaka saat kamu sedang laper bingits. Apa lagi kalau kamu datang di atas jam 6 sore, parkiran susah, waiting list dan sudah hampir pasti pesananmu butuh waktu lama untuk terhidang. Untuk orang yang gampang emosi kalau lagi laper kayak aku, ini lampu merah.

Untuk pricing, menurutku Sate Taichan dan sajian Indomie dari Warung Wakaka ini cukup worth the penny. Hanya saja untuk sajian roti bakar isi pisang dan nutella seharga Rp.35K…? Kalau aku sih, meh! Untuk minuman, kayak gerai makanan pada umumnya sih, it’s their money bags, common practices.

I’ll definitely give Warung Wakaka another visits, ada berbagai sajian Indomie kuah kari dan minuman lainnya yang layak untuk dicoba. Overall, if you got time and willing to fight for some parkings, Warung Wakaka worth a try.

Warung WaKaKa Medan
Jl. H. Adam Malik, Silalas, Medan
Map: Click for direction
Operational Hours: 9 a.m. to 12 p.m.