Hey y’all, after a long hiatus, I’m back! XD

Nampaknya, semesta juga turut berkonspirasi membawaku kembali menuangkan petualanganku di blog ini. Dalam beberapa bulan ini banyak sekali spot-spot kuliner baru yang berteriak mengundang hasrat icip-icipku, hehehe. Yuk, langsung saja:

Mutia Garden, sebuah premium food court yang baru saja dibuka di jalan Cut Mutia, Medan. Setelah berminggu-minggu melintasi jalan Cut Mutia dengan rasa penasaran melihat proses pembangunannya, aku nggak perlu mengira-ngira lagi, aku langsung datang di hari kedua pembukaanya.

mutia garden
Desain atap Mutia Garden identik dengan rumah Gadang

Karena Mutia Garden dibuka bertepatan dengan awal bulan puasa Ramadan, maka jam operasionalnya dimulai pukul 17.30 WIB, dan cuaca Medan beberapa hari ini SANGAT BERSAHABAT, jadi saat aku tiba di sana, tampaknya Thor sedang bermain-main dengan palunya akan ada badai besar.

Desain Mutia Garden sepertinya diambil dari bentuk rumah Gadang, khas etnik Minangkabau, dengan atap rumbia dan tiang-tiang dari bambu kuning. Fasad dan desain vegetatif di sekitar gedung utama sangat mengesankan, lampu-lampu taman yang memberi kesan fairy garden ini patut diapresiasi. Aku pun tak sanggup menahan HIV, Hasrat Ingin Voto-voto! Hahaha.

Mutia Garden, Premium Food Court dengan Rasa Yang Dulu Pernah Ada

Mutia Garden mengusung konsep premium food court, yang mana sedikit berbeda dengan beberapa food court yang sedang menjamur di kota Medan. Alih-alih menyediakan menu/hidangan kekinian, Mutia Garden dengan yakin membawa kembali rasa yang kita kenal dengan baik.

Di bawah naungan atap rumbia berundak ala rumah Gadang, berbaris beberapa kios makanan dengan desain ala ruko/gerai dengan niche yang beragam. Ada kios dengan hidangan Western, Melayu, Peranakan, hingga Korea! Tersedia juga salad bar dan satu ‘drinks station’.

Saat baru tiba kamu akan dibantu oleh ushers yang selalu siaga untuk mengalokasikan tempat duduk sesuai jumlah pelanggan, kamu akan diberikan ‘reservation tag’ untuk diletakkan di meja, sehingga kamu bisa bebas memilih-milih makanan di gerainya tanpa takut akan kehilangan mejamu (seperti yang sering terjadi di food court lainnya). Say bye to brutal moments of rebutan meja food court.

Setelah memesan dan membayar makanan di gerai yang kamu inginkan, kamu akan menerima ‘buzzer’ yang akan berbunyi saat pesananmu sudah selesai dibuat dan kamu bisa menjemputnya di gerai itu. Jadi kamu bisa memesan atau melihat-lihat gerai lain selagi makananmu sedang disiapkan.

Nasi Campur Lengkap ala Mutia Garden

Sebagai orang asli Medan yang dibesarkan dengan lidah berselera Melayu, hidangan nasi adalah WAJIB. Orang Medan bilang: “Kalok ko nggak makan nasi, belum sah disebut makan!”, maka marilah kita hormati wejangan para sesepuh itu ya. #Halah

nasi campur mutia garden
Nasi Campur Lengkap

Nasi Campur ini terdiri dari Nasi (obviously), dua macam sayur (tumis sawi putih dan sayur nangka/gori), dua lauk (rendang daging dan ayam goreng), dan side-dish (ikan teri sambal petai dan kerupuk emping). Nggak heran kalau namanya Nasi Campur Lengkap, kan?

Rasanya? Untuk nasinya standar, ayam gorengnya terlalu keras/kering, rendang dagingnya empuk dan nikmatnya menutupi kekurangan pada ayam goreng tadi. Sayurnya juga enak, tingkat kematangannya pas, side-dish ikan teri sambal petai dan emping menjadikan menu ini terasa komplit. (Nasi Campur Lengkap IDR68K)

Sate Ayam ala Mutia Garden

Ini salah satu menu jajanan favoritku, memang terlalu datar bagi pecinta kuliner, tapi aku nggak akan pernah bosan makan sate. Dan, Sate Ayam ala Mutia Garden ini sesuai ekspektasiku.

Sate Ayam ala Mutia Garden

Sebagaimana sate pada umumnya, dipanggang dengan arang, tingkat kematangan sekitar 3/4 matang, terasa empuk saat dikunyah. Disajikan dengan potongan lontong (rice cake) dan baluran kuah sate saus kacang. Mutia Garden nggak bohong, ini memang Sate Ayam yang aku kenal. (Sate Ayam IDR30K)

Fish and Chips ala Mutia Garden

Di samping gerai yang menyediakan Sate Ayam tadi, aku mencium aroma yang tak asing. Ikan dori! God knows how I love this fish and only this fish! Yup, aku nggak suka ikan basah semacamnya, tapi ikan dori is an exception! Jadi langsung aja aku order Fish and Chips setelah membayar Nasi Campur dan Sate Ayam tadi.

Fish and Chips ala Mutia Garden

Fish and Chips ini hidangan khas British dari abad ke 18 yang rasanya selalu ngangenin! Eh, tapi nggak semua resto bisa menyajikan Fish and Chips sebagaimana mestinya. Chip fries atau kentang goreng pada Fish and Chips memiliki ketebalan sedikit di atas standar french fries di gerai fast food pada umumnya, begitu juga dengan filet ikan yang menjadi hidangan utama pada menu ini, harus segar dan dimasak menggunakan deep fryer pada suhu dan durasi yang tepat.

Rasanya? Mantap, cuy! Filet ikannya benar-benar lembut, rasanya disempurnakan oleh tartar sauce dan sambal. Satu porsi dapat dua potong filet dan chip fries yang lebih dari cukup, ini sempat membuatku berpikir. Hahaha, seperti yang banyak diisukan, bila menu Fish and Chips yang dijual dengan harga di bawah 80-100K itu tidak menggunakan ikan dori, tapi ikan patin. Tapi, saat aku menyantap Fish and Chips ala Mutia Garden ini, ikannya benar-benar segar, tidak berbau amis sama sekali (the ultimate reason why I hate fish dishes). Orang British juga nggak begitu fanatik dengan ikan dori, selama filet ikan yang diolah juga bagus dan sesuai standar, mereka sajikan sebagai Fish and Chips!
(Fish and Chips IDR60K)

Hainan Chicken Rice ala Mutia Garden

Selanjutnya, kita icip-icip sajian dari gerai khas Peranakan. The Straits, begitu mereka menamai gerai dengan Peranakan cuisines di Mutia Garden ini, which is obvious. Saat memesan Hainan Chicken Rice, kamu akan diberi dua opsi, Roasted Chicken atau Steamed Chicken. Aku belum pernah mencicipi Hainan Chicken Rice dengan sajian ayam yang dipanggang, biasanya selalu dikukus. Jadi aku coba yang Roasted.

Hainan (Roasted) Chicken Rice ala Mutia Garden

Sesuai tema kita kali ini, rasa yang dulu pernah ada, hahaha. Hainan Chicken Rice adalah menu klasik khas pecinta kuliner kawasan selat Malaka: Malaysia, Singapore dan Indonesia (pesisir utara Sumatra). Aku kenal betul cita rasa menu ini, mulai dari tekstur steamed rice-nya, kuah sup, hingga bumbu ayamnya. Roasted Chicken membawa warna baru pada tekstur ayam di menu ini, tapi tidak sampai mengubah cita rasa khasnya. Rasanya? Sesuai ekspektasi, ini memang rasa yang dulu pernah ada.
(Hainan Chicken Rice IDR50K)

Singaporean Laksa Noodle ala Mutia Garden

Masih dari gerai yang sama, Singaporean Laksa Noodle tampaknya salah satu hidangan terfavorit di Mutia Garden. Sejak awal aku mondar-mandir memesan dari satu gerai ke gerai lainnya, hampir di setiap meja aku melihat mangkuk putih berisi hidangan berwarna kuah kari yang khas ini. Aku pun tak kuasa menahan FOMO, hahaha.

Singaporean Laksa ala Mutia Garden

Can you guess what happened when you see the picture above?

LOL. I was too excited to try this Singaporean Laksa Noodle, and I forgot to take picture first! Hahaha, sorry for that ruined appearance, this dish was served majestic and drool inflicting, beware!

Singaporean Laksa Noodle ala Mutia Garden ini, tekstur kuah karinya, MAKNYUS! Perpaduan rasa pedas dan udang (prawn) yang khas membuat akal sehat terbang sesaat, good bye diet, hello lemak, my old friend. LOL.
(Singaporean Laksa IDR60K)

Seriously, everyone should try this spicy noodle soup, I personally recommend it. Tapi, kalau ditanya juaranya, sepertinya aku menjatuhkan pilihanku pada Fish and Chips, those fishy fillets somehow win my heart tongue! 😛

Kamu nggak haus, Win?

Well, technically I’m an Aquagirl, I could drink while I swim thru sea of dishes. Hahaha, JK. Aku emang bukan pemilih soal minuman. Mutia Garden menyediakan satu gerai khusus di bagian tengah venue, bertajuk Drinks Station. I believe they serve a vast range of drinks, from juices, mocktails, coffee based and tea based. Aku memesan Iced Thai Tea (IDR25K), dan surprised with Nata-de-Coco jelly inside.

Now, that’s a wrap guys, phew! 🙂

Honestly, I’m amazed by the facilities and solid teams Mutia Garden prepared for its customers. Aku tiba di sana bertepatan dengan hujan badai (maklum titisan ratu selatan), angin kencang dan tempias air di mana-mana. Otomatis, meja-meja outdoor di bagian taman tidak bisa ditempati, para ushers dengan sigap saling berkomunikasi membantu mengalokasikan meja dengan efisien untuk tamu yang terus berdatangan, ini konsep yang bagus untuk food court yang biasanya brutal bagai medan tempur kalau sedang ramai. Tersedia payung di interseksi antara gedung utama dengan toilet dan wastafel, tersedia juga petugas yang memayungi saat akan pulang menuju parkiran mobil. Kudos to Mutia Garden’s team.

Overall, Mutia Garden is a decent place for dining with a food court experience without unleashing your tanduk karena harus berebut meja, sajian makanan yang tersedia juga lumayan banyak, dan bukan menu-menu kekinian yang eksperimental. Mutia Garden memberikan kepastian, bila datang ke sana, kita akan mendapatkan rasa yang dulu pernah ada.

Mutia Garden
Jl. Cut Mutia No. 26, Medan
Price range: IDR 50K – 100K per person
(Click here for direction)
Reservation: (0626) 14530008